Konsepsi Dakwah
Dakwah merupakan kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala sesuai dengan garis aqidah, syari’at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan. Kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata “Ilmu” dan kata “Islam”, sehingga menjadi “Ilmu dakwah” dan Ilmu Islam” atau ad-dakwah al-Islamiyah.
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru (berdakwah) kepada Allah dan beramal shalih serta mengatakan; ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim’.” (QS. Fushshilat: 33). “Katakanlah: ‘Inilah jalanku, aku bersama orang-orang yang mengikutiku mengajakmu kepada Allah di atas landasan bashirah, dan Maha suci Allah, aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik’.” (QS. Yusuf: 108). “Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyuruh kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)An-Nahl: 125). “Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyuruh kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)An-Nahl: 125)
Menjadi kewajiban kita sebagai warga muslim untuk menyeru kebaikan dan menyampaikan ilmu kepada orang lain. Ilmu adalaha amal jariyah kita yang bisa kita jadikan buah kita dimasa yang akan datang.. Da’wah, merupakan suatu pola untuk meneriakkan kebenaran dan mencegah keburukan. Tugas dakwah menjadi pikulan bagi setiap warga muslim. Saling memngingatkan merupakan salah satu bentuk dakwah kita. Menyampaikan suatu ilmu (tabligh) sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Bahkan Allah SWT juga telah memerintahkannya kepada kita.
Sebagai salah satu bentuk dakwah, kita harus memahami dengan benar kondisi yang akan kita dakwahi. Berdakwah kepada masyarakat awam berbeda dengan berdakwah kepada orang yang lebih faham. Berdakwah kepada masyarakat yang memiliki ghirah kepada Islam juga berbeda dibandingkan dengan berkawah kepada para aktivitas muslim. Perbedaan ojek dakwah ini, harus dijadikan bahan pertimbangan, agar dakwah yang kita sampaikan dapat diterima oleh mereka. Tapi sebenarnya yang utama bukan bagaimana dakwah itu diterima dahulu, tapi bagaimana kita membangun tekad untuk berdakwah. Itu yang lebih utama. Dakwah bukan hanya melangkah ke mimbar kemudian menyalakan mic, melakukan ceramah keagamaan didepan khalayak. Mengenalkan islam dengan tingkah laku juga merupakan dakwah yang juga penting. Rasulullah menyuapi seorang gelandangan yahudi yang buta. Gelandangan ini selalu menyerapahi Rasulullah. Ketika rasulullah meninggal, orang tua ini masuk islam. Apakah Rasulullah mematok kekuatan dakwah untuk bertujuan pasti? Tidak Rasulullah melaksanakan dakwahnya dengan hati dan tingkah laku yang membuat orang lain berpaling dan menghormat beliau. Rasulullah tidak membuat atau membentuk sahabatnya untuk menjadi menjadi juru dakwah yang unggul, tapi memupuk iman mereka untuk menjadi penganut islam dan menyebarkan islam menurut cara mereka sendiri. Itulah dakwah.
August 16, 2009
Konsepsi Dakwah
August 14, 2009
Istiqomah Dalam Diri
Istiqomah dalam Diri
Imam Nawawi berkata: “Para ulama berkata: “Makna istiqomah adalah: Terus menerus dalam ketaatan kepada Allah (lihat Riyadhus Shalihin). Ibnul Qayyim mengatakan: “AI istiqomah adalah beribadah kepada Allah dengan hakikat kejujuran dan memenuhi semua janji.” (Madarijus Salikin 2/105). Abu Bakar mengatakan ketika beliau ditanya tentang istiqomah: “Kamu tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. Umar bin Khattab mengatakan: “Istiqomah adalah kekokohan dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dan tidak menengok (ke kanan dan ke kin) bagaikan srigala.” Utsman berkata: “Mereka istiqomah, artinya mengikhlaskan din untuk Allah.” Ali berkata: “Menunaikan kewajiban-kewajiban.” (Madarijus Salikin 2/104) Ibnul Qoyyim mengatakan: “Perumpamaan istiqomah terhadap kondisi dan keadaan sekarang bagaikan ruh dengan jasad. Sebagaimana badan apabila terlepas dari ruh akan menjadi bangkai, begitu juga keadaan sekarang apabila terlepas dari istiqomah akan menjadi rusak.” (lihat Madarijus Salikin 2/106)
Istiqomah berasal dari kata istaqoma, yang merupakan kata bentukan dari qooma. Qooma artinya berdiri, aqooma berarti mendirikan, sedangkan istaqoma berarti upaya terus menerus untuk mendirikan. Ada tingkatan yang terasa menaik dari qooma ke istaqoma. Apabila kita baru mulai melakukan sholat, itu masih dalam tataran qooma. Apabila kemudian kita melakukan usaha untuk melaksanakan, membantu pihak lain sholat, atau membenarkan sholat kita , maka itu berarti aqooma. Namun apabila timbul kelemahan pada diri, mebuat diri lemah terhadap sholat,maka kita tidak beristiqomah.
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (QS. 46:13). “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan. “ ( QS. Huud : 112 ).
Kualitas iman ditentukan oleh amal kita. Kualitas amal perbuatan ditentukan oleh niat dan eksekusi ketika amal dilaksanakan. Kualitas amal seseorang sebenarnya ditentukan oleh niat dan efek dari amal yang diberikan tersebut. Apabila seseorang rajin melakukan ibadah. Khusyu bersujud kepada Allah. Seseorang itu bagus dalam Habluminallah. Tetapi ternyata seseorang tersebut ternyata kurang bekerja baik, ceroboh, malas, penuh pamrih dalam bekerja, hablumminanas orang tersebut belum teruji. Dengan demikian amal yang dikerjakan belum pada taraf yang sesuai.
Ketika Rasulullah Saw mengalami penderitaan dan cobaan yang paling sulit dalam hidup beliau, yakni setelah wafatnya Siti Khadijah, isterinya dan pamannya, Abu Thalib, maka turunlah ayat yang menekankan kepada beliau dan umatnya untuk istiqomah atau memiliki pendirian yang kuat dalam menyebarkan islam. Istiqomah ini merupakan salah satu bentuk sifat yang penting dalam pergerakan dan pemurnian islam. Dengan istiqomah, seorang muslim akan terus maju menegakkan islam tanpa terhalang oleh perasaan apapun.
Ketika Rasulullah saw dengan para sahabatnya, bahkan nabi-nabi sebelumnya berjuang atas perintah Allah, mereka mereka menghadapi berbagai macam cobaan. Memang para Nabi adalah manusia pilihan Allah. Istiqomah dalam diri mereka memang sudah tertanam dalam. Apapun yang terjadi, penegakan untuk menegakkan Islam tetap mereka jalanka, meskipun nyawa taruhannya. Allah SWT berfirman yang artinya : “Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan : “mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat ?”. Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu” (QS. 11 : 12)
Kokohkan dirimu!! Berpeganglah dengan Al Qur’an dan As Sunnah beramallah dengan apa yang telah kamu ketahui sampai Allah mem¬berkahi ilmumu, amalanmu, umurmu, ucapan¬mu, dan perbuatan-perbuatanmu. Imam Syafi’i mengatakan:
Aku mengeluh kepada Waqi’ tentang jeleknya hafalanku
Maka beliau membimbingku untuk meninggalkan Maksiat-maksiat
Beliau berkata: “Ketahuilah bahwa ilmu itu adalah cahaya
Dan cahaya ilmu tidak akan diberikan kepada pelaku kemaksiatan.”
Tidur Larut Malam Saya
Tidur Larut Malam Saya
Saya termasuk orang dengan pola tidur yang tidak memiliki pola. Terkadang on time, terkadang malah terlalu awal, malah bisa jadi terlalu malam tidurrnya (sering). Memang sih hal tersebut tidak bisa dijadwal. Kadang pengen nggak tidur, terus bawa slleping bag kekantor, nulis-nulis enggak jelas samapai lupa waktu.
Nah, masalahnya saya mendapat kiriman email tentang bahaya tidur larut malam. Menurut email, dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT,GPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua bagus. Menurut email ini, penyebab utama kerusakan hati adalah:
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling
utama.
2. Tidak buang air di pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat
pewarna, pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan
minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski
menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi
penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8. Mengkonsumsi masakan mentah/sangat matang juga menambah beban hati
Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/5 bagian. Sayur
yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.
Menurut email lagi nih, ada masa-masa dimana badan ini juga berproses.
* Malam hari pk 9-11: adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun
(de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama
durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau
mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam
kondisi yang tidak santai, seperti misalnya mencuci piring atau
mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
* Malam hari pk 11 – dini hari pk 1: saat proses de-toxin di bagian
hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
* Dini hari pk 1-3: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung
malam kondisi tidur.
* Dini hari pk 3-5: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan
terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini.
Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan,
maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses
pembuangan kotoran.
* Pagi pk 5-7: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar
kecil.
* Pagi pk 7-9: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus
makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu
sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka
yang ingin menjaga kesehatannya.
* Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini,
bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada
tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang
akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu,
dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum
tulang belakang untuk memproduksi darah.
Masalahnya kadanga saya lupa dengan sehat dalam tanda kutip ketika saya sehat dan tidak merasa sakit apa-apa. Ketika saya sakit perasaan terhadap sehat menjadi ada dan dibutuhkan, ini yang menjadi ganjalan saya dalam melihat pola tidur sehat. Apa yang bisa dikerjakan, ya dikerjakan,. Buruk dan tidak baik, tidur malam, dan bagun siang, merupakan hal yang jamak dilakukan. Padahal menrurt cerita, bangun pagi adlah rejeki dan duha adalah jalannya, amin
Rencana Itu Terus Berjalan
Rencana Itu Terus Berjalan
Bulan Ramadhan, tahun 92 H, pasukan Muslim mendarat di Gunung Tariq, dan disambut oleh pasukan Gothic Spanyol. Setelah tiga hari berperang, masih berpuasa Ramadhan, posisi pasukan Muslim mulai melemah. Malam harinya, panglima perang Tariq bin Ziyad memberi perintah untuk membakar armada kapalnya. [Ada perbedaan pendapat di kalangan sejarawan Muslim tentang peristiwa ini. Al Mubarakfuri misalnya, berpendapat peristiwa pembakaran kapal ini benar terjadi.] Dengan latar belakang kapal di tepi lautan terbakar, beliau membakar semangat pasukannya dengan kata-katanya yang terkenal, “Di depanmu musuh menunggu, di belakangmu laut membentang. Tidak akan ada lagi yang menolongmu, kecuali kepahlawanan darimu dan bantuan dari Allah”. [Mann, J.H. A History of Gibraltar and Its Sieges. London: Provost, 1870.] Tariq tahu apa yang dia lakukan ini tidak saja akan dilihat oleh pasukannya, tetapi juga oleh pasukan lawan. Dan yang lebih penting lagi, efeknyapun akan dirasakan dan diperhitungkan oleh kedua pasukan tersebut. Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dirugikan (Al Anfal: 60). Subhanallah, semangat Jihad fi sabilillah tetap mengalir membanjiri qolbu ini. Allah menekankan bahwa perencanaan dan musyawarah merupakan salah satu bentuk persiapan terhadap diri perencanaan dengan karunia kekuatan Allah. “Mereka berencana, dan Allah berencana. Dan Allah adalah sebaik-baik Perencana.’’ Perencanaan dan pertimbangan pendapat merupakan jalan ikhtiar bagi manusia dalam bertindak apakah sebagai individu ataupun ebagai kelompok. Rasulullah melakukan perencanaan dengan musyawarah dalam berbagai hal seputar kehidupan beliau. Perencanaan tanpa istiqomah terhadap hasil perencanaan tidak akan berhasil, seperti ditunjukkan Allah pada perang Uhud. Perencanaan yang bagus tanpa disertai dengan usaha yang keras akan tidak berarti. Strategi yang sempurna tidak ada artinya tanpa pelaksanaan yang baik. Ustadz Hasan Al Banna mengatakan, ada dua hal yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan: struktur dan ketaatan. Struktur mendefinisikan tujuan dan memberikan wadah bagi strategi yang akan dijalankan. Ketaatan setiap pelaksana pada struktur menjamin bahwa persiapan dan perencanaan yang ada dilaksanakan sebagaimana mestinya. Setiap prajurit yang bertempur di barisan paling depan berada di daerah yang paling rawan dan paling beresiko terhadap diri..Kunci terhadap kekuatan pelaksanaan perencanaan adalah kekuatan diri dan istiqomah terhadap rencana dengan terus menggempur. Kekuatan garis depan menjadi penguat diri untuk terus berjalan sesuai dengan alur yang diinginkan. Ingatlah ketika Umar menemui Rasulullah duduk di atas tikar, hanya berpakaian sehelai kain, dengan bekas-bekas tikar di badannya. Di sekeliling Rasulullah hanya ada sedikit gandum, dan daun penyamak kulit. Melihat itu Umar menangis dan ketika Rasulullah bertanya kenapa, Umar menjawab, Bagaimana aku tidak menangis, melihatmu ya Rasulullah, sementara Kisra Persia dan Kaisar Romawi dikelilingi oleh buah-buahan dan sungai-sungai. Engkau adalah Nabi Allah dan pilihan Nya, tetapi hanya inikah kekayaanmu? encana Itu Terus Berjalan Bulan Ramadhan, tahun 92 H, pasukan Muslim mendarat di Gunung Tariq, dan disambut oleh pasukan Gothic Spanyol. Setelah tiga hari berperang, masih berpuasa Ramadhan, posisi pasukan Muslim mulai melemah. Malam harinya, panglima perang Tariq bin Ziyad memberi perintah untuk membakar armada kapalnya. [Ada perbedaan pendapat di kalangan sejarawan Muslim tentang peristiwa ini. Al Mubarakfuri misalnya, berpendapat peristiwa pembakaran kapal ini benar terjadi.] Dengan latar belakang kapal di tepi lautan terbakar, beliau membakar semangat pasukannya dengan kata-katanya yang terkenal, “Di depanmu musuh menunggu, di belakangmu laut membentang. Tidak akan ada lagi yang menolongmu, kecuali kepahlawanan darimu dan bantuan dari Allah”. [Mann, J.H. A History of Gibraltar and Its Sieges. London: Provost, 1870.] Tariq tahu apa yang dia lakukan ini tidak saja akan dilihat oleh pasukannya, tetapi juga oleh pasukan lawan. Dan yang lebih penting lagi, efeknyapun akan dirasakan dan diperhitungkan oleh kedua pasukan tersebut. Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dirugikan (Al Anfal: 60). Subhanallah, semangat Jihad fi sabilillah tetap mengalir membanjiri qolbu ini. Allah menekankan bahwa perencanaan dan musyawarah merupakan salah satu bentuk persiapan terhadap diri perencanaan dengan karunia kekuatan Allah. “Mereka berencana, dan Allah berencana. Dan Allah adalah sebaik-baik Perencana.’’ Perencanaan dan pertimbangan pendapat merupakan jalan ikhtiar bagi manusia dalam bertindak apakah sebagai individu ataupun ebagai kelompok. Rasulullah melakukan perencanaan dengan musyawarah dalam berbagai hal seputar kehidupan beliau. Perencanaan tanpa istiqomah terhadap hasil perencanaan tidak akan berhasil, seperti ditunjukkan Allah pada perang Uhud. Perencanaan yang bagus tanpa disertai dengan usaha yang keras akan tidak berarti. Strategi yang sempurna tidak ada artinya tanpa pelaksanaan yang baik. Ustadz Hasan Al Banna mengatakan, ada dua hal yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan: struktur dan ketaatan. Struktur mendefinisikan tujuan dan memberikan wadah bagi strategi yang akan dijalankan. Ketaatan setiap pelaksana pada struktur menjamin bahwa persiapan dan perencanaan yang ada dilaksanakan sebagaimana mestinya. Setiap prajurit yang bertempur di barisan paling depan berada di daerah yang paling rawan dan paling beresiko terhadap diri..Kunci terhadap kekuatan pelaksanaan perencanaan adalah kekuatan diri dan istiqomah terhadap rencana dengan terus menggempur. Kekuatan garis depan menjadi penguat diri untuk terus berjalan sesuai dengan alur yang diinginkan. Ingatlah ketika Umar menemui Rasulullah duduk di atas tikar, hanya berpakaian sehelai kain, dengan bekas-bekas tikar di badannya. Di sekeliling Rasulullah hanya ada sedikit gandum, dan daun penyamak kulit. Melihat itu Umar menangis dan ketika Rasulullah bertanya kenapa, Umar menjawab, Bagaimana aku tidak menangis, melihatmu ya Rasulullah, sementara Kisra Persia dan Kaisar Romawi dikelilingi oleh buah-buahan dan sungai-sungai. Engkau adalah Nabi Allah dan pilihan Nya, tetapi hanya inikah kekayaanmu?
March 22, 2009
Kisah Rojab dan Siapakah Itu
Kisah Rojab Dan Siapakah itu?
Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita : “Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau:”Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?” Lalu beliau bersabda :”Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kuburnya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa atas mereka”. Sabda beliau lagi: Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur.” Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?” Sabda beliau: “Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun.
Assalaamu’alikum wr wb.
Saudaraku, aku sampaikan petunjuk ini untuk emaslahatan hidupmu didunia dan akhirat nanti semoga rekan senantiasa mendapatkan apa yg kalian inginkan. Amin ya robbal ‘alamin.
Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT
Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan
Nabi Sulaiman a.s. Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah dan bersegeralah!
Barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1427/Isra Mi’raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa
Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berucap “Inna lillahi wa inna illaihi
raji’uun.” Kemudian berkata,”Ya Rabbi, Aku ridha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman. Maka berbaik hatilah dan bersabar.
Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT
Siapakah orang yang kaya ?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini. Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan berbagilah.
Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat
Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada, selalu menumpuk-numpukkan harta. Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki.
Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan Rajab, insyaallah permintaannya akan dikabulkan
Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan
namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Maka hargailah waktumu dan bersegeralah.
Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan Rajab, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga
Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik. Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda.
Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan,
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan dimana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang. Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu.
Barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit
lagi dihimpit ?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya. Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia.
Sabda Rasulullah SAW : “Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?” Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ini”.
Siapakah orang yang mempunyai akal ?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka. Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk mengharap ridho-Nya.
” Sabda Rasulullah: “Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya’ban Adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka.” Wassalamu’alaikum wr.wb,
Kemungkinan Kematian
Kemungkinan Kematian
Selepas pulang kantor, badan direbahkan sebentar. Menunggu dingin badan, masih malas untuk sholat isya. Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka saya….tiba2 saya merasa dada saya sesak… Sulit untuk bernafas…. Namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya. Yang saya rasakan waktu itu Ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku…… terus berjalan…. . Kekerongkonganku. …sakittttttttt ……..sakit. ….. Rasanya. Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,… . Oh Tuhan ! Ada apa dengan diriku. Seolah tak mampu aku menahan benda tadi… Badanku gemetar… Peluh keringat mengucur deras…. Mataku terbelalak.. …air mataku seolah tak berhenti. Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Namun setelah itu……… aku merasa aku jauh lebih Ringan. Istri & anak2ku berhamburan ke arahku.. Ada seseorang yang terbujur kaku Ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Anak2 & istriku memeluknya dengan menangis…menjerit…histeris …Dia mirip dengan aku….Ada apa ini Tuhan.. Aku coba jelaskan kalau aku Ada di sini.. Aku mulai berteriak… ..tapi mereka seolah tak mendengarkan aku seolah mereka tak melihatku… Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis…. berteriak……Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. Selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang bisa kulakukan ! Untuk membimbing mereka. Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum ibadah.
penahanan waktu sebentar membuat suatu penyesalan menjadi beban yang tertahan selamanya. Tidak perlu bertanya-tanya kenapa bisa terjadi. Hidup merupakan perputaran waktu. Sekarang kitamerupakan anak-anak, dan sekarang kita adalah si tua renta yang melayat adik kita yang mendahului kita.
Waktu terus berjalan tanpa bisa diupayakan untuk berhenti. Ibadah yang diniatkan tapi tertunda karena sebab tak jelas menjadi penyesalan panjang. Saya masih juga berpikir kapan itu akan terjadi pada saya. Situasi yang tidak diinginkan oleh siapa pun, kecuali bagi mereka yang merasa cukup modal untuk dibawa terbang.
Saya masih juga tercenung. Apa yang akan saya lakukan apabila eksekusi terhadap saya terjadi beberapa saat lagi. Abimanyu saja merasa tridak rela ketika mengetahui dirinya akan mati beberapa saat lagi di kurusetra. Kematian seperti Gatotkaca terasa berat untuk dihadapi, sebenarnya Gattotkaca masih terasa menenangkan. Jikalau kematian yang dihadapi seperti yang terjadi pada husein?
Allah memberikan pilihan pada manusia untuk sorga atau neraka. Apabila sudah berkeputusan untuk memilih jalannya, kekecewaan itu mungkin sudah terpupuk dari awal, namun apabila bentuk yang bersifat abu-abu? Apakah akan tetap ada dalam pilihan, seakan menjadi tanda Tanya besar dalam hidup saya.
Semangat Bapak Tua
Semangat Bapak Tua Di dunia Barat seseorang dianggap tua ketika mereka mencapai Masa tua merupakan masa sekitar masa manusia. Orang tua memiliki kemampuan regeneratif yang terbatas dan lebih mudah terserang penyakit. Untuk biologi penuaan lihat senescence. umur 60-65 tahun. Beberapa pemerintah menawarkan pension masa tua dan rencana pensiun. Masa pensiun adalah masa di mana akhir kerja seseorang. Seorang lelaki yang sudah sangat berumur mempunyai selera lumayan,percaya diri, dan self assessment yang tertata, berpakaian rapi, dengan rambutnya yang teratur rapi, masuk ke panti jompo hari ini. Istrinya baru-baru ini meninggal. Bapak itu tersenyum ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap. Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi. Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Terima kasih padamu yang telah mengisi kenanganku. Aku sedang menyimpannya di dalam hati yang dalam ini sendirian. Sudah jamak diketahui bahwa salah satu tanda-tanda seseorang mulai disebut memasuki masa lanjut usia adalah menurunnya kemampuan mengingat. Letak kaca mata terakhir, no telepon rumah, atau nomor telepon yang dulu bisa dihafal luar kepala kini harus dicatat dengan hati-hati – sampai anda lupa di mana anda meletakkan catatan tersebut barusan. Semakin ‘usangnya’ otak kita membuat ingatan-ingatan lama mulai sulit dibuka kembali dan ingatan-ingatan baru lebih sulit disimpan dengan benar. Memang sampai saat ini tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk menunda penuaan secara fisik, namun beberapa efek negatifnya, seperti berkurangnya daya ingat, dapat diminimalisasi dengan menjaga kesehatan mental. Orang tua yang merelakan dirinya memasuki rumah jompo dengan kebahagiaan itu merupakan salah satu bentuk manajemen hati yang susah untuk dilakukan. Pola pemasrahan diri kepa Tuhan tan pa mengisi hari dengan bersyukur dan bergerak membuat raga ini menjadi mati dan mati. Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia yakni dengan Bebaskan hatimu dari rasa benci. Kemuadian Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran. Tetaplah Hiduplah dengan sederhana. Selalu berusaha berikan lebih banyak (give more) dan akhirnya jangan terlalu banyak mengharap (expect less). Ketika hidup bergerak tanpa beban dan selalu bersyukur padanya…. kekuatan akan hati ini akan mendorong untuk kuat dan tegar. Saya masih berfikir apakah saya sanggup seperti itu dimasa tua saya tanpa berfikir tentag kompleksitas hati dan pikiran. Entahlah, aku hanya mencoba berharap dan berharap.
March 1, 2009
Semangat Bapak Tua
Semangat Bapak Tua
Di dunia Barat seseorang dianggap tua ketika mereka mencapai Masa tua merupakan masa sekitar masa manusia. Orang tua memiliki kemampuan regeneratif yang terbatas dan lebih mudah terserang penyakit. Untuk biologi penuaan lihat senescence. umur 60-65 tahun. Beberapa pemerintah menawarkan pension masa tua dan rencana pensiun. Masa pensiun adalah masa di mana akhir kerja seseorang.
Seorang lelaki yang sudah sangat berumur mempunyai selera lumayan,percaya diri, dan self assessment yang tertata, berpakaian rapi, dengan rambutnya yang teratur rapi, masuk ke panti jompo hari ini. Istrinya baru-baru ini meninggal. Bapak itu tersenyum ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.
Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi. Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Terima kasih padamu yang telah mengisi kenanganku. Aku sedang menyimpannya di dalam hati yang dalam ini sendirian.
Sudah jamak diketahui bahwa salah satu tanda-tanda seseorang mulai disebut memasuki masa lanjut usia adalah menurunnya kemampuan mengingat. Letak kaca mata terakhir, no telepon rumah, atau nomor telepon yang dulu bisa dihafal luar kepala kini harus dicatat dengan hati-hati – sampai anda lupa di mana anda meletakkan catatan tersebut barusan. Semakin ‘usangnya’ otak kita membuat ingatan-ingatan lama mulai sulit dibuka kembali dan ingatan-ingatan baru lebih sulit disimpan dengan benar. Memang sampai saat ini tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk menunda penuaan secara fisik, namun beberapa efek negatifnya, seperti berkurangnya daya ingat, dapat diminimalisasi dengan menjaga kesehatan mental.
Orang tua yang merelakan dirinya memasuki rumah jompo dengan kebahagiaan itu merupakan salah satu bentuk manajemen hati yang susah untuk dilakukan. Pola pemasrahan diri kepa Tuhan tan pa mengisi hari dengan bersyukur dan bergerak membuat raga ini menjadi mati dan mati.
Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia yakni dengan Bebaskan hatimu dari rasa benci. Kemuadian Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran. Tetaplah Hiduplah dengan sederhana. Selalu berusaha berikan lebih banyak (give more) dan akhirnya jangan terlalu banyak mengharap (expect less). Ketika hidup bergerak tanpa beban dan selalu bersyukur padanya…. kekuatan akan hati ini akan mendorong untuk kuat dan tegar. Saya masih berfikir apakah saya sanggup seperti itu dimasa tua saya tanpa berfikir tentag kompleksitas hati dan pikiran. Entahlah, aku hanya mencoba berharap dan berharap.
Good Son
GOOD SON
One day, the father of a very wealthy family took his son on a trip to the country with the express purpose of showing him how poor people live.
They spent a couple of days and nights on the farm of what would be considered a very poor family.
On their return from their trip, the father asked his son, “How was the trip?”
“It was great, Dad.” “Did you see how poor people live?” the father asked.
“Oh yeah,” said the son. “So, tell me, what did you learn from the trip?” asked the father.
The son answered: “I saw that we have one dog and they had four. We have a pool that reaches to the middle of our garden and they have a creek that has no end. We have imported lanterns in our garden and they have the stars at night.
Our patio reaches to the front yard and they have the whole horizon. We have a small piece of land to live on and they have fields that go beyond our sight.
We have servants who serve us, but they serve others. We buy our food, but they grow theirs. We have walls around our property to protect us, they have friends to protect them.” The boy’s father was speechless.
Then his son added, “Thanks Dad for showing me how poor we are.” Isn’t perspective a wonderful thing? Makes you wonder what would happen if we all gave thanks for everything we have, instead of worrying about what we don’t have.
I wouldn’t know what i had to say to may son if I got that answer like that. I would cry and embracing my lovely son. Afterthat I called my wife and saying that you were born a lovely kid for me, thanks.
That son were thinking out of the box. I never expect like that if I were his father at that journey. Maybe I would say how lucky we were than that poor people at those village. I was wrong………..
“Life is too short and friends are too few.” Environment and friends are more important than talking about rich or poor. The rich of hearth are more lovely than money. Would I be a nice father, idont know, I just disguised my self of it. Maybe I would learn to my son or daughter a lot than he or she learn to me. That is ironic isn’t that?
Being father is not just be a father of…., but we have to be more than a father. A father with a friendly smile, a father withnice teaching, a father with calm religious, and a father with a big big tolerance with any situation. Our Son is not our son. Our Son is just people who is entrusted to us from God. If we didn’t teach them him how to pray to God, Damned for us.
Tentang Autisme
Tentang Autisme
Autisme adalah gangguan perkembangan anak dalam hal berkomunikasi, interaksi sosial, perilaku, emosi, serta proses sensoris. Seseorang yang menderita autisme hanya tertarik pada aktifitas mental dirinya sendiri (melamun atau berkhayal) dan menarik diri dari kenyataan. Pada anak-anak, kelainan perilaku tersebut terlihat dari ketidakmampuan anak untuk berhubungan dengan orang lain. Seolah-olah mereka hidup dalam dunianya sendiri dan pada beberapa kasus tertentu menggunakan bahasa atau ungkapan yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri.
Kata autis berasal dari bahasa Yunani “auto” berarti sendiri yang ditujukanpada seseorang yang menunjukkan gejala “hidup dalam dunianya sendiri”. Pada umumnya penyandang autisme mengacuhkan suara, penglihatan ataupun kejadian yang melibatkan mereka. Jika ada reaksi biasanya reaksi ini tidak sesuai dengan situasi atau malahan tidak ada reaksi sama sekali. Mereka menghindari atau tidak berespon terhadap kontak sosial (pandangan mata, sentuhan kasih sayang, bermain dengan anak lain dan sebagainya).
Pemakaian istilah autis kepada penyandang diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner, seorang psikiater dari Harvard (Kanner, Austistic Disturbance of Affective Contact) pada tahun 1943 berdasarkan pengamatan terhadap 11 penyandang yang menunjukkan gejala kesulitan berhubungan dengan orang lain, mengisolasi diri, perilaku yang tidak biasa dan cara berkomunikasi yang aneh.
Autisme merupakan gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.
Penyebab autis belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli menyebutkan autis disebabkan karena multifaktorial. Beberapa peneliti mengungkapkan terdapat gangguan biokimia, ahli lain berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh gangguan psikiatri/jiwa. Ahli lainnya berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh karena kombinasi makanan yang salah atau lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun yang mengakibatkan kerusakan pada usus besar yang mengakibatkan masalah dalam tingkah laku dan fisik termasuk autis.
Gangguan dalam komunikasi verbal maupun nonverbal meliputi kemampuan berbahasa mengalami keterlambatan atau sama sekali tidak dapat berbicara. Menggunakan kata kata tanpa menghubungkannya dengan arti yang lazim digunakan.Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh dan hanya dapat berkomunikasi dalam waktu singkat. Kata-kata yang tidak dapat dimengerti orang lain (“bahasa planet”). Tidak mengerti atau tidak menggunakan kata-kata dalam konteks yang sesuai. nEkolalia (meniru atau membeo), menirukan kata, kalimat atau lagu tanpa tahu artinya. Bicaranya monoton seperti robot. Bicara tidak digunakan untuk komunikasi dan imik datar
Gangguan dalam bidang interaksi sosial meliputi gangguan menolak atau menghindar untuk bertatap muka. Tidak menoleh bila dipanggil, sehingga sering diduga tuli. Merasa tidak senang atau menolak dipeluk. Bila menginginkan sesuatu, menarik tangan tangan orang yang terdekat dan berharap orang tersebut melakukan sesuatu untuknya. Tidak berbagi kesenangan dengan orang lain. Saat bermain bila didekati malah menjauh. Bila menginginkan sesuatu ia menarik tangan orang lain dan mengharapkan tangan tersebut melakukan sesuatu untuknya.
Gangguan dalam bermain diantaranya adalah bermain sangat monoton dan aneh misalnya menderetkan sabun menjadi satu deretan yang panjang, memutar bola pada mainan mobil dan mengamati dengan seksama dalam jangka waktu lama. Ada kelekatan dengan benda tertentu seperti kertas, gambar, kartu atau guling, terus dipegang dibawa kemana saja dia pergi. Bila senang satu mainan tidak mau mainan lainnya. Tidak menyukai boneka, tetapi lebih menyukai benda yang kurang menarik seperti botol, gelang karet, baterai atau benda lainnya Tidak spontan / reflek dan tidak dapat berimajinasi dalam bermain. Tidak dapat meniru tindakan temannya dan tidak dapat memulai permainan yang bersifat pura pura. Sering memperhatikan jari-jarinya sendiri, kipas angin yang berputar atau angin yang bergerak. Perilaku yang ritualistik sering terjadi sulit mengubah rutinitas sehari hari, misalnya bila bermain harus melakukan urut-urutan tertentu, bila bepergian harus melalui rute yang sama.
Gangguan perilaku dilihat dari gejala sering dianggap sebagai anak yang senang kerapian harus menempatkan barang tertentu pada tempatnya. Anak dapat terlihat hiperaktif misalnya bila masuk dalam rumah yang baru pertama kali ia datang, ia akan membuka semua pintu, berjalan kesana kemari, berlari-lari tak tentu arah. Mengulang suatu gerakan tertentu (menggerakkan tangannya seperti burung terbang). Ia juga sering menyakiti diri sendiri seperti memukul kepala atau membenturkan kepala di dinding. Dapat menjadi sangat hiperaktif atau sangat pasif (pendiam), duduk diam bengong dengan tatap mata kosong. Marah tanpa alasan yang masuk akal. Amat sangat menaruh perhatian pada satu benda, ide, aktifitas ataupun orang. Tidak dapat menunjukkan akal sehatnya. Dapat sangat agresif ke orang lain atau dirinya sendiri. Gangguan kognitif tidur, gangguan makan dan gangguan perilaku lainnya.
Gangguan perasaan dan emosi dapat dilihat dari perilaku tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah tanpa sebab nyata. Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum), terutama bila tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum)bila keinginannya tidak didapatkannya, bahkan bisa menjadi agresif dan merusak.. Tidak dapat berbagi perasaan (empati) dengan anak lain
Gangguan dalam persepsi sensoris meliputi perasaan sensitif terhadap cahaya, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa (lidah) dari mulai ringan sampai berat. Menggigit, menjilat atau mencium mainan atau benda apa saja. Bila mendengar suara keras, menutup telinga. Menangis setiap kali dicuci rambutnya. Meraskan tidak nyaman bila diberi pakaian tertentu. Tidak menyukai rabaan atau pelukan, Bila digendong sering merosot atau melepaskan diri dari pelukan. Tidak menyukai rabaan atau pelukan, Bila digendong sering merosot atau melepaskan diri dari pelukan.
Gejala anak yang menderita autisme umumnya sudah tampak sebelum usia 3 tahun, seperti :
- Tidak ada kontak mata secara normal.
- Kurang responsif terhadap lingkungan disekitarnya.
- Tidak mau bicara secara atau dalam bahasa verbal.
- Tidak mau berkomunikasi dengan bahasa tubuh, seperti tersenyum, cemberut, tertawa, dan sebagainya.
Gejala autisme disebut juga spektrum autisme, yaitu gejala mulai dari yang ringan sampai yang berat. Bertambahnya kasus autisme bukan hanya pada kasus autisme klasik, tapi juga pada varian autisme yang lebih ringan, seperti sindroma Asperger dan atipikal autisme.
Sindroma Asperger adalah gangguan perkembangan dengan gejala berupa gangguan dalam bersosialisasi, sulit menerima perubahan, suka melakukan hal yang sama berulang-ulang, serta terobsesi dan sibuk sendiri dengan aktivitas yang menarik perhatian. Umumnya, tingkat kecerdasan si kecil baik atau bahkan lebih tinggi dari anak normal. Selain itu, biasanya ia tidak mengalami keterlambatan bicara.
Sedangkan atipikal autisme adalah jenis autisme yang tidak memenuhi kriteria gangguan autisme yang disyaratkan oleh DSM-IV (panduan dalam menegakkan diagnosa gangguan mental). Meskipun begitu, si kecil mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dan berkomunikasi secara timbal balik. Mungkin juga ia tidak menunjukkan gejala yang khas atau bisa juga gejala-gejalanya lebih ringan dibandingkan penyandang autisme klasik.
Penyebab terjadinya autisme sebenarnya belum dapat diketahui, namun gangguan tersebut dapat dikaitkan dengan faktor keturunan maupun kegagalan salah satu bagian dari otak yang memproses rangsangan syaraf.
Salah satu penanganan anak dengan gangguan spektrum autisme adalah terapi perkembangan terpadu. Terapi tersebut terdiri dari terapi okupasi dengan penekanan pada terapi Sensory Integration yang dipadu dengan metode Floor Time. Namun, bila anak memerlukannya, masih ditambah lagi dengan Strategi Visual. Terapi Sensory Integration dan Floor Time diberikan setelah anak diketahui menyandang gangguan semua spektrum autisme. Sedangkan Strategi Visual baru diberikan bila anak sudah benar-benar siap menerima terapi ini. Kesiapan tersebut akan dinilai oleh terapis, dokter, atau psikolog yang menangani si anak.
Terapi Sensory Integration adalah terapi untuk memperbaiki cara otak menerima, mengatur, dan memproses semua input sensoris yang diterima oleh pancaindera, indera keseimbangan, dan indera otot. Anak yang mengalami gangguan perilaku, seperti autisme, akan mengalami kesulitan dalam menerima dan mengintegrasikan beragam input yang disampaikan otak melalui inderanya. Akibatnya, otak tidak dapat memproses input sensoris dengan baik. Dengan begitu, otak juga tidak dapat mengatur perilaku anak agar sesuai dengan lingkungannya.
Melalui terapi Sensory Integration, kemampuan si kecil dalam menerima, memproses dan menginterpretasi input-input sensoris, baik dari luar maupun dari dalam dirinya, akan diperbaiki. Dengan begitu, dia dapat lebih baik dalam bereaksi terhadap lingkungannya.
Untuk meningkatkan kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berkomunikasi, terapi Sensory Integration harus dipadukan dengan metode Floor Time (bermain di lantai). Metode bermain interaktif yang spontan dan menyenangkan bagi anak bertujuan untuk mengembangkan interaksi dan komunikasi si kecil. Floor Time bertujuan membentuk komunikasi dua arah antara anak dan lawan bicaranya, serta mendorong munculnya ide dan membantu anak mampu berpikir logis. Agar bisa melakukan Floor Time dengan baik, orang tua perlu bimbingan psikolog yang paham dan berpengalaman dengan metode tersebut.
Lalu, apa yang disebut dengan Strategi Visual? Umumnya, penyandang gangguan spektrum autisme lebih mampu berpikir secara visual. Jadi, mereka lebih mudah mengerti apa yang dilihat daripada apa yang didengar. Strategi Visual dipilih agar si kecil lebih mudah memahami berbagai hal yang ingin Anda sampaikan. Biasanya, ia akan diperkenalkan pada berbagai aktivitas keseharian, larangan atau aturan, jadwal, dan sebagainya lewat gambar-gambar. Misalnya gambar urutan dari cara menggosok gigi, mencuci tangan, dan sebagainya. Dengan Strategi Visual, diharapkan anak bisa memahami situasi, aturan, mengatasi rasa cemas, serta mengantisipasi kondisi yang akan terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
1. American of Pediatrics, Committee on Children With Disabilities. Technical Report : The Pediatrician’s Role in Diagnosis and Management of Autistic Spectrum Disorder in Children. Pediatrics !107 : 5, May 2001)
2. Anderson S, Romanczyk R: Early intervention for young children with autism: A continuum-based behavioral models. JASH 1999; 24: 162-173.
3. APA: Diagnostic and statistic manual of mental disorders. 4th ed. Washington, DC: American Psychiatric Association; 1994.
4. Bettelheim B: The Empty Fortress: Infantile Autism and the Birth of the Self. New York, NY: Free Press; 1977.
5. Brett EM: Paediatric Neurology. 2nd ed. London: Churchill Livingstone; 1991.
6. British Medical Journal: Childhood autism and related conditions. Br Med J 1980 Sep 20; 281(6243): 761-2.
7. Buka SL, Tsuang MT, Lipsitt LP: Pregnancy/delivery complications and psychiatric diagnosis. A prospective study. Arch Gen Psychiatry 1993 Feb; 50(2): 151-6.
8. Burd L, Kerbeshian J: Psychogenic and neurodevelopmental factors in autism. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry 1988 Mar; 27(2): 252-3.
9. Burd L, Severud R, Kerbeshian J, Klug MG: Prenatal and perinatal risk factors for autism. J Perinat Med 1999; 27(6): 441-50.
10. Cohen DJ, Volkmar FR: Handbood of Autism and Pervasive Developmental Disorders. NY: Wiley; 1996.
11. Horvath K, Papadimitriou JC, Rabsztyn A, et al: Gastrointestinal abnormalities in children with autistic disorder. J Pediatr 1999 Nov; 135(5): 559-63.
12. Hoshino Y, Yashima Y, Tachibana R, et al: Sex chromosome abnormalities in autistic children–long Y chromosome. Fukushima J Med Sci 1979; 26(1-2): 31-42.
13. Hutt SJ, Hutt C, Lee D, Dunstead C: A behavioural and electroencephalographic study of autistic children. J Psychiatr Res 1965 Oct; 3(3): 181-97.
14. Johnson MH, Siddons F, Frith U, Morton J: Can autism be predicted on the basis of infant screening tests? Dev Med Child Neurol 1992 Apr; 34(4): 316-20.
15. Lainhart JE, Piven J: Diagnosis, treatment, and neurobiology of autism in children. Curr Opin Pediatr 1995 Aug; 7(4): 392-400.
16. Lamb JA, Moore J, Bailey A: Autism: recent molecular genetic advances. Hum Mol Genet 2000 Apr 12; 9(6): 861-8.
17. Lovaas I: The Autistic Child: Language Development through Behavior Modification. NY: Irvington Press; 1977.
18. Lovaas OI, Koegel RL, Schreibman L: Stimulus overselectivity in autism: a review of research. Psychol Bull 1979 Nov; 86(6): 1236-54.
19. Martineau J, Barthelemy C, Garreau B, Lelord G: Vitamin B6, magnesium, and combined B6-Mg: therapeutic effects in childhood autism. Biol Psychiatry 1985 May; 20(5): 467-78.
20. Poustka F, Lisch S, Ruhl D, et al: The standardized diagnosis of autism, Autism Diagnostic Interview- Revised: interrater reliability of the German form of the interview. Psychopathology 1996; 29(3): 145-53.
21. Prior MR, Tress B, Hoffman WL, Boldt D: Computed tomographic study of children with classic autism. Arch Neurol 1984 May; 41(5): 482-4.
22. Singer HS: Pediatric movement disorders: new developments. Mov Disord 1998; 13 (Suppl 2): 17.
23. Skjeldal OH, Sponheim E, Ganes T, et al: Childhood autism: the need for physical investigations. Brain Dev 1998 Jun; 20(4): 227-33.
24. Stern JS, Robertson MM: Tics associated with autistic and pervasive developmental disorders. Neurol Clin 1997 May; 15(2): 345-55.
25. Taylor B, Miller E, Farrington CP, et al: Autism and measles, mumps, and rubella vaccine: no epidemiological evidence for a causal association. Lancet 1999 Jun 12; 353(9169): 2026-9.
26. Teitelbaum P, Teitelbaum O, Nye J, et al: Movement analysis in infancy may be useful for early diagnosis of autism. Proc Natl Acad Sci U S A 1998 Nov 10; 95(23): 13982-7.
27. Volkmar FR: DSM-IV in progress. Autism and the pervasive developmental disorders. Hosp Community Psychiatry 1991 Jan; 42(1): 33-5.
28. Volkmar FR, Cicchetti DV, Dykens E, et al: An evaluation of the Autism Behavior Checklist. J Autism Dev Disord 1988 Mar; 18(1): 81-97.
29. Volkmar FR, Cohen DJ: Neurobiologic aspects of autism. N Engl J Med 1988 May 26; 318(21): 1390-2.
30. Vostanis P, Smith B, Chung MC, Corbett J: Early detection of childhood autism: a review of screening instruments and rating scales. Child Care Health Dev 1994 May-Jun; 20(3): 165-77.
31. Vostanis P, Nicholls J, Harrington R: Maternal expressed emotion in conduct and emotional disorders of childhood. J Child Psychol Psychiatry 1994 Feb; 35(2): 365-76.
32. Vrono MS, Bashina VM: [Problem of adaptation of patients with the syndrome of early childhood autism]. Zh Nevropatol Psikhiatr Im S S Korsakova 1987; 87(10): 1511-6.
33. Werner E, Dawson G, Osterling J, Dinno N: Brief report: Recognition of autism spectrum disorder before one year of age: a retrospective study based on home videotapes. J Autism Dev Disord 2000 Apr; 30(2): 157-62.
34. Wilkerson DS, Volpe AG, Dean RS, Titus JB. Perinatal complications as predictors of infantile autism. Int J Neurosci 2002 Sep;112(9):1085-98
35. Wolraich M, Bzostek B, Neu RL, Gardner LI: Lack of chromosome aberrations in autism. N Engl J Med 1970 Nov 26; 283(22): 1231.
36. Yirmiya N, Sigman M, Freeman BJ: Comparison between diagnostic instruments for identifying high- functioning children with autism. J Autism Dev Disord 1994 Jun; 24(3): 281-91.
37. Zeanah CH, Davis S, Silverman M: The question of autism in an atypical infant. Am J Psychother 1988 Jan; 42(1): 135-50.
38. Zwaigenbaum L, Szatmari P, Jones MB: Decreased obstetric optimality in autism is a function of genetic liability to the broader autism phenotype. J Dev Behav Pediatr 1999; 20 (5): 398-399