Zakialutfi’s Weblog

August 16, 2009

Konsepsi Dakwah

Filed under: Uncategorized — zakialutfi @ 5:42 am

Konsepsi Dakwah
Dakwah merupakan kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala sesuai dengan garis aqidah, syari’at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan. Kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata “Ilmu” dan kata “Islam”, sehingga menjadi “Ilmu dakwah” dan Ilmu Islam” atau ad-dakwah al-Islamiyah.
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru (berdakwah) kepada Allah dan beramal shalih serta mengatakan; ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim’.” (QS. Fushshilat: 33). “Katakanlah: ‘Inilah jalanku, aku bersama orang-orang yang mengikutiku mengajakmu kepada Allah di atas landasan bashirah, dan Maha suci Allah, aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik’.” (QS. Yusuf: 108). “Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyuruh kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)An-Nahl: 125). “Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyuruh kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)An-Nahl: 125)
Menjadi kewajiban kita sebagai warga muslim untuk menyeru kebaikan dan menyampaikan ilmu kepada orang lain. Ilmu adalaha amal jariyah kita yang bisa kita jadikan buah kita dimasa yang akan datang.. Da’wah, merupakan suatu pola untuk meneriakkan kebenaran dan mencegah keburukan. Tugas dakwah menjadi pikulan bagi setiap warga muslim. Saling memngingatkan merupakan salah satu bentuk dakwah kita. Menyampaikan suatu ilmu (tabligh) sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Bahkan Allah SWT juga telah memerintahkannya kepada kita.
Sebagai salah satu bentuk dakwah, kita harus memahami dengan benar kondisi yang akan kita dakwahi. Berdakwah kepada masyarakat awam berbeda dengan berdakwah kepada orang yang lebih faham. Berdakwah kepada masyarakat yang memiliki ghirah kepada Islam juga berbeda dibandingkan dengan berkawah kepada para aktivitas muslim. Perbedaan ojek dakwah ini, harus dijadikan bahan pertimbangan, agar dakwah yang kita sampaikan dapat diterima oleh mereka. Tapi sebenarnya yang utama bukan bagaimana dakwah itu diterima dahulu, tapi bagaimana kita membangun tekad untuk berdakwah. Itu yang lebih utama. Dakwah bukan hanya melangkah ke mimbar kemudian menyalakan mic, melakukan ceramah keagamaan didepan khalayak. Mengenalkan islam dengan tingkah laku juga merupakan dakwah yang juga penting. Rasulullah menyuapi seorang gelandangan yahudi yang buta. Gelandangan ini selalu menyerapahi Rasulullah. Ketika rasulullah meninggal, orang tua ini masuk islam. Apakah Rasulullah mematok kekuatan dakwah untuk bertujuan pasti? Tidak Rasulullah melaksanakan dakwahnya dengan hati dan tingkah laku yang membuat orang lain berpaling dan menghormat beliau. Rasulullah tidak membuat atau membentuk sahabatnya untuk menjadi menjadi juru dakwah yang unggul, tapi memupuk iman mereka untuk menjadi penganut islam dan menyebarkan islam menurut cara mereka sendiri. Itulah dakwah.

August 14, 2009

Istiqomah Dalam Diri

Filed under: Uncategorized — zakialutfi @ 2:43 pm

Istiqomah dalam Diri
Imam Nawawi berkata: “Para ulama berkata: “Makna istiqomah adalah: Terus menerus dalam ketaatan kepada Allah (lihat Riyadhus Shalihin). Ibnul Qayyim mengatakan: “AI istiqomah adalah beribadah kepada Allah dengan hakikat kejujuran dan memenuhi semua janji.” (Madarijus Salikin 2/105). Abu Bakar mengatakan ketika beliau ditanya tentang istiqomah: “Kamu tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. Umar bin Khattab mengatakan: “Istiqomah adalah kekokohan dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dan tidak menengok (ke kanan dan ke kin) bagaikan srigala.” Utsman berkata: “Mereka istiqomah, artinya mengikhlaskan din untuk Allah.” Ali berkata: “Menunaikan kewajiban-kewajiban.” (Madarijus Salikin 2/104) Ibnul Qoyyim mengatakan: “Perumpamaan istiqomah terhadap kondisi dan keadaan sekarang bagaikan ruh dengan jasad. Sebagaimana badan apabila terlepas dari ruh akan menjadi bangkai, begitu juga keadaan sekarang apabila terlepas dari istiqomah akan menjadi rusak.” (lihat Madarijus Salikin 2/106)
Istiqomah berasal dari kata istaqoma, yang merupakan kata bentukan dari qooma. Qooma artinya berdiri, aqooma berarti mendirikan, sedangkan istaqoma berarti upaya terus menerus untuk mendirikan. Ada tingkatan yang terasa menaik dari qooma ke istaqoma. Apabila kita baru mulai melakukan sholat, itu masih dalam tataran qooma. Apabila kemudian kita melakukan usaha untuk melaksanakan, membantu pihak lain sholat, atau membenarkan sholat kita , maka itu berarti aqooma. Namun apabila timbul kelemahan pada diri, mebuat diri lemah terhadap sholat,maka kita tidak beristiqomah.
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (QS. 46:13). “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan. “ ( QS. Huud : 112 ).
Kualitas iman ditentukan oleh amal kita. Kualitas amal perbuatan ditentukan oleh niat dan eksekusi ketika amal dilaksanakan. Kualitas amal seseorang sebenarnya ditentukan oleh niat dan efek dari amal yang diberikan tersebut. Apabila seseorang rajin melakukan ibadah. Khusyu bersujud kepada Allah. Seseorang itu bagus dalam Habluminallah. Tetapi ternyata seseorang tersebut ternyata kurang bekerja baik, ceroboh, malas, penuh pamrih dalam bekerja, hablumminanas orang tersebut belum teruji. Dengan demikian amal yang dikerjakan belum pada taraf yang sesuai.
Ketika Rasulullah Saw mengalami penderitaan dan cobaan yang paling sulit dalam hidup beliau, yakni setelah wafatnya Siti Khadijah, isterinya dan pamannya, Abu Thalib, maka turunlah ayat yang menekankan kepada beliau dan umatnya untuk istiqomah atau memiliki pendirian yang kuat dalam menyebarkan islam. Istiqomah ini merupakan salah satu bentuk sifat yang penting dalam pergerakan dan pemurnian islam. Dengan istiqomah, seorang muslim akan terus maju menegakkan islam tanpa terhalang oleh perasaan apapun.
Ketika Rasulullah saw dengan para sahabatnya, bahkan nabi-nabi sebelumnya berjuang atas perintah Allah, mereka mereka menghadapi berbagai macam cobaan. Memang para Nabi adalah manusia pilihan Allah. Istiqomah dalam diri mereka memang sudah tertanam dalam. Apapun yang terjadi, penegakan untuk menegakkan Islam tetap mereka jalanka, meskipun nyawa taruhannya. Allah SWT berfirman yang artinya : “Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan : “mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat ?”. Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu” (QS. 11 : 12)
Kokohkan dirimu!! Berpeganglah dengan Al Qur’an dan As Sunnah beramallah dengan apa yang telah kamu ketahui sampai Allah mem¬berkahi ilmumu, amalanmu, umurmu, ucapan¬mu, dan perbuatan-perbuatanmu. Imam Syafi’i mengatakan:
Aku mengeluh kepada Waqi’ tentang jeleknya hafalanku
Maka beliau membimbingku untuk meninggalkan Maksiat-maksiat
Beliau berkata: “Ketahuilah bahwa ilmu itu adalah cahaya
Dan cahaya ilmu tidak akan diberikan kepada pelaku kemaksiatan.”

Tidur Larut Malam Saya

Filed under: Uncategorized — zakialutfi @ 2:39 pm

Tidur Larut Malam Saya

Saya termasuk orang dengan pola tidur yang tidak memiliki pola. Terkadang on time, terkadang malah terlalu awal, malah bisa jadi terlalu malam tidurrnya (sering). Memang sih hal tersebut tidak bisa dijadwal. Kadang pengen nggak tidur, terus bawa slleping bag kekantor, nulis-nulis enggak jelas samapai lupa waktu.

Nah, masalahnya saya mendapat kiriman email tentang bahaya tidur larut malam. Menurut email, dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT,GPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua bagus. Menurut email ini, penyebab utama kerusakan hati adalah:
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling
utama.
2. Tidak buang air di pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat
pewarna, pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan
minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski
menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi
penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8. Mengkonsumsi masakan mentah/sangat matang juga menambah beban hati
Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/5 bagian. Sayur
yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Menurut email lagi nih, ada masa-masa dimana badan ini juga berproses.
* Malam hari pk 9-11: adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun
(de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama
durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau
mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam
kondisi yang tidak santai, seperti misalnya mencuci piring atau
mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
* Malam hari pk 11 – dini hari pk 1: saat proses de-toxin di bagian
hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
* Dini hari pk 1-3: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung
malam kondisi tidur.
* Dini hari pk 3-5: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan
terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini.
Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan,
maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses
pembuangan kotoran.
* Pagi pk 5-7: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar
kecil.
* Pagi pk 7-9: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus
makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu
sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka
yang ingin menjaga kesehatannya.

* Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini,
bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada
tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang
akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu,
dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum
tulang belakang untuk memproduksi darah.
Masalahnya kadanga saya lupa dengan sehat dalam tanda kutip ketika saya sehat dan tidak merasa sakit apa-apa. Ketika saya sakit perasaan terhadap sehat menjadi ada dan dibutuhkan, ini yang menjadi ganjalan saya dalam melihat pola tidur sehat. Apa yang bisa dikerjakan, ya dikerjakan,. Buruk dan tidak baik, tidur malam, dan bagun siang, merupakan hal yang jamak dilakukan. Padahal menrurt cerita, bangun pagi adlah rejeki dan duha adalah jalannya, amin

Rencana Itu Terus Berjalan

Filed under: Uncategorized — zakialutfi @ 12:59 pm

Rencana Itu Terus Berjalan

Bulan Ramadhan, tahun 92 H, pasukan Muslim mendarat di Gunung Tariq, dan disambut oleh pasukan Gothic Spanyol. Setelah tiga hari berperang, masih berpuasa Ramadhan, posisi pasukan Muslim mulai melemah. Malam harinya, panglima perang Tariq bin Ziyad memberi perintah untuk membakar armada kapalnya. [Ada perbedaan pendapat di kalangan sejarawan Muslim tentang peristiwa ini. Al Mubarakfuri misalnya, berpendapat peristiwa pembakaran kapal ini benar terjadi.] Dengan latar belakang kapal di tepi lautan terbakar, beliau membakar semangat pasukannya dengan kata-katanya yang terkenal, “Di depanmu musuh menunggu, di belakangmu laut membentang. Tidak akan ada lagi yang menolongmu, kecuali kepahlawanan darimu dan bantuan dari Allah”. [Mann, J.H. A History of Gibraltar and Its Sieges. London: Provost, 1870.] Tariq tahu apa yang dia lakukan ini tidak saja akan dilihat oleh pasukannya, tetapi juga oleh pasukan lawan. Dan yang lebih penting lagi, efeknyapun akan dirasakan dan diperhitungkan oleh kedua pasukan tersebut. Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dirugikan (Al Anfal: 60). Subhanallah, semangat Jihad fi sabilillah tetap mengalir membanjiri qolbu ini. Allah menekankan bahwa perencanaan dan musyawarah merupakan salah satu bentuk persiapan terhadap diri perencanaan dengan karunia kekuatan Allah. “Mereka berencana, dan Allah berencana. Dan Allah adalah sebaik-baik Perencana.’’ Perencanaan dan pertimbangan pendapat merupakan jalan ikhtiar bagi manusia dalam bertindak apakah sebagai individu ataupun ebagai kelompok. Rasulullah melakukan perencanaan dengan musyawarah dalam berbagai hal seputar kehidupan beliau. Perencanaan tanpa istiqomah terhadap hasil perencanaan tidak akan berhasil, seperti ditunjukkan Allah pada perang Uhud. Perencanaan yang bagus tanpa disertai dengan usaha yang keras akan tidak berarti. Strategi yang sempurna tidak ada artinya tanpa pelaksanaan yang baik. Ustadz Hasan Al Banna mengatakan, ada dua hal yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan: struktur dan ketaatan. Struktur mendefinisikan tujuan dan memberikan wadah bagi strategi yang akan dijalankan. Ketaatan setiap pelaksana pada struktur menjamin bahwa persiapan dan perencanaan yang ada dilaksanakan sebagaimana mestinya. Setiap prajurit yang bertempur di barisan paling depan berada di daerah yang paling rawan dan paling beresiko terhadap diri..Kunci terhadap kekuatan pelaksanaan perencanaan adalah kekuatan diri dan istiqomah terhadap rencana dengan terus menggempur. Kekuatan garis depan menjadi penguat diri untuk terus berjalan sesuai dengan alur yang diinginkan. Ingatlah ketika Umar menemui Rasulullah duduk di atas tikar, hanya berpakaian sehelai kain, dengan bekas-bekas tikar di badannya. Di sekeliling Rasulullah hanya ada sedikit gandum, dan daun penyamak kulit. Melihat itu Umar menangis dan ketika Rasulullah bertanya kenapa, Umar menjawab, Bagaimana aku tidak menangis, melihatmu ya Rasulullah, sementara Kisra Persia dan Kaisar Romawi dikelilingi oleh buah-buahan dan sungai-sungai. Engkau adalah Nabi Allah dan pilihan Nya, tetapi hanya inikah kekayaanmu? encana Itu Terus Berjalan Bulan Ramadhan, tahun 92 H, pasukan Muslim mendarat di Gunung Tariq, dan disambut oleh pasukan Gothic Spanyol. Setelah tiga hari berperang, masih berpuasa Ramadhan, posisi pasukan Muslim mulai melemah. Malam harinya, panglima perang Tariq bin Ziyad memberi perintah untuk membakar armada kapalnya. [Ada perbedaan pendapat di kalangan sejarawan Muslim tentang peristiwa ini. Al Mubarakfuri misalnya, berpendapat peristiwa pembakaran kapal ini benar terjadi.] Dengan latar belakang kapal di tepi lautan terbakar, beliau membakar semangat pasukannya dengan kata-katanya yang terkenal, “Di depanmu musuh menunggu, di belakangmu laut membentang. Tidak akan ada lagi yang menolongmu, kecuali kepahlawanan darimu dan bantuan dari Allah”. [Mann, J.H. A History of Gibraltar and Its Sieges. London: Provost, 1870.] Tariq tahu apa yang dia lakukan ini tidak saja akan dilihat oleh pasukannya, tetapi juga oleh pasukan lawan. Dan yang lebih penting lagi, efeknyapun akan dirasakan dan diperhitungkan oleh kedua pasukan tersebut. Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dirugikan (Al Anfal: 60). Subhanallah, semangat Jihad fi sabilillah tetap mengalir membanjiri qolbu ini. Allah menekankan bahwa perencanaan dan musyawarah merupakan salah satu bentuk persiapan terhadap diri perencanaan dengan karunia kekuatan Allah. “Mereka berencana, dan Allah berencana. Dan Allah adalah sebaik-baik Perencana.’’ Perencanaan dan pertimbangan pendapat merupakan jalan ikhtiar bagi manusia dalam bertindak apakah sebagai individu ataupun ebagai kelompok. Rasulullah melakukan perencanaan dengan musyawarah dalam berbagai hal seputar kehidupan beliau. Perencanaan tanpa istiqomah terhadap hasil perencanaan tidak akan berhasil, seperti ditunjukkan Allah pada perang Uhud. Perencanaan yang bagus tanpa disertai dengan usaha yang keras akan tidak berarti. Strategi yang sempurna tidak ada artinya tanpa pelaksanaan yang baik. Ustadz Hasan Al Banna mengatakan, ada dua hal yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan: struktur dan ketaatan. Struktur mendefinisikan tujuan dan memberikan wadah bagi strategi yang akan dijalankan. Ketaatan setiap pelaksana pada struktur menjamin bahwa persiapan dan perencanaan yang ada dilaksanakan sebagaimana mestinya. Setiap prajurit yang bertempur di barisan paling depan berada di daerah yang paling rawan dan paling beresiko terhadap diri..Kunci terhadap kekuatan pelaksanaan perencanaan adalah kekuatan diri dan istiqomah terhadap rencana dengan terus menggempur. Kekuatan garis depan menjadi penguat diri untuk terus berjalan sesuai dengan alur yang diinginkan. Ingatlah ketika Umar menemui Rasulullah duduk di atas tikar, hanya berpakaian sehelai kain, dengan bekas-bekas tikar di badannya. Di sekeliling Rasulullah hanya ada sedikit gandum, dan daun penyamak kulit. Melihat itu Umar menangis dan ketika Rasulullah bertanya kenapa, Umar menjawab, Bagaimana aku tidak menangis, melihatmu ya Rasulullah, sementara Kisra Persia dan Kaisar Romawi dikelilingi oleh buah-buahan dan sungai-sungai. Engkau adalah Nabi Allah dan pilihan Nya, tetapi hanya inikah kekayaanmu?

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.